Berhari-hari kutemui beberapa kejadian yang membuat hatiku gundah, dan gelisah. Entah apa yang aku pikirkan hingga aku bisa menabrak pot bunga di depan kantor kepala sekolah. Untungnya pot itu ga pecah, kalo pecah "MATI GUE!".
Sampe sekarang, aku juga belum tahu, apa yang mau aku lakuin. Menantang takdir, atau mengumbar nasib. Rasanya pilihan itu sangat sulit buat aku pilih. Walaupun ada sesuatu yang mengganjal dalam diri aku, tapi tetep aja, ga ada yang bisa gantiin posisi orang itu dari hati aku. Mau orang lain suka sama aku kek, ga suka sama kek, terseraah... Toh juga mereka ga ngasih makan aku, meduliin aku pun ga pernah.
Terakhir kali aku diperhatiin sama mereka, yaa saat aku musuhan, terus mereka minta maaf, cuma itu yang aku rasain. Semuanya itu semu, cepet hilangnya, layaknya angin lalu yang berhembus begitu saja. Dalam diri aku pun, aku sadar bahwa aku bukan segalanya bagi mereka, tapi yang jelas aku butuh kasih sayang dari mereka layaknya sahabat, but now not anymore :'(